PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN AJARAN 2026/20
Instagram
Ponpes Mualimat
Perpustakaan Mapima
Pengumuman Kelulusan Kelas XII

Sosialisasi Pencegahan Penyakit HIV dan AIDS pada Siswi MA Putri PUI Majalengka

     Hari Sabtu tanggal 13 Mei 2023 menjadi hari Sabtu yang lain dari biasanya di Mapima. Sosialisasi pencegahan penyakit HIV dan AIDS pada remaja oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Majalengka hadir di MA Putri PUI Majalengka. Pemaparan materi terkait HIV dan AIDS menjadi salah satu rangkaian dari acara yang ada. 
     HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS. HIV menyerang kekebalan tubuh karena merusak sel darah putih. Adapun penularannya adalah melalui 3 cairan yakni darah, cairan kelamin, dan ASI. Oleh karena itu banyak ibu hamil yang diharuskan melakukan tes HIV & AIDS dikarenakan apabila ia mendapati dirinya positif HIV, virusnya dapat menular ke generasi berikutnya melalui persalinan normal dan pemberian ASI pada bayi yang baru lahir.
     Penyampaian materi kesehatan terkait HIV dan AIDS ini disampaikan oleh Ibu Yuliyanti yakni seorang tenaga kesehatan yang sudah 10 tahun bergelut di dunia seputar HIV dan AIDS. Adapun prinsip penularan HIV yang disampaikan oleh beliau adalah exit, survive, sufficient, dan enter. Exit adalah ketika virus HIV keluar dari tubuh orang yang positif HIV, yang kemudian virus ini dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia atau survive. Ketika jumlah virus ini cukup untuk menginfeksi (sufficient), maka virus akan dapat masuk dan menginfeksi tubuh manusia (enter).
     Adapun penyampaian materi selanjutnya adalah dari Kang Beben. Beliau adalah seorang yang dalam pekerjaannya, beliau terjun langsung ke lapangan dalam hal menangani kasus orang yang HIV dan AIDS. Beliau memaparkan bahwa penggunaan gadget oleh para remaja di zaman sekarang dapat menjadi titik awal dari seseorang tersebut terkena virus HIV. Aplikasi kencan yang sudah banyak diketahui oleh para remaja seperti Tantan dan Tinder adalah beberapa aplikasi yang seringkali ditemukan di orang yang positif HIV. Oleh karena itu, beliau berpesan kepada remaja untuk selalu menjaga dirinya. Jangan kepo dengan aplikasi-aplikasi kencan yang sebenarnya adalah aplikasi yang tidak baik untuk para remaja. 
     Bahayanya HIV ini adalah ia tidak menimbulkan gejala dalam waktu dekat bahwa seseorang terinfeksi virusnya. Seseorang tidak akan menyadari bahwa di dalam dirinya ada virus HIV. Karenanya, fenomena gunung es adalah gambaran yang tepat untuk menggambarkan keadaan orang-orang yang terinfeksi virus HIV ini. Jumlah kasus yang tercatat mungkin lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan jumlah seluruh orang yang terinfeksi yang ada di suatu wilayah. Kita tidak tahu berapa banyak jumlah sebenarnya orang yang sudah terinfeksi virus HIV ini. 
     Mendekati penghujung acara, tim dari KPA Kabupaten Majalengka menawarkan kepada seluruh siswi yang hadir untuk salah seorang dari siswi itu bersedia melakukan tes HIV dan Sifilis. Deputri menjadi salah seorang yang bersedia dan terpilih untuk melakukan tes tersebut. “Saya ingin tahu kesehatan diri saya, apakah saya terkena atau tidaknya. Tapi lumayan deg-deg an waktu mau tes dan takut hasilnya positif ...” tutur Deputri ketika diwawancara bagaimana perasaannya ketika akan dilakukan tes terhadap dirinya. 
     Melakukan tes HIV dan Sifilis masih menjadi hal yang tabu di masyarakat terlebih bagi para remaja zaman sekarang yang masih duduk di bangku sekolah. Namun, mengetahui bahaya dari penyakit HIV yang dapat ditularkan ke generasi berikutnya, kita sebagai remaja sepatutnya sadar diri dan mau ikut andil dalam pencegahan penularan HIV dan Sifilis. "Menurut saya tes HIV ini sangat penting karena kita dapat mengetahui bagaimana kesehatan kita sendiri dan paling penting adalah untuk keturunan kita. Jangan takut untuk mengikuti tes HIV dan Sifilis karena semua informasi diri kita termasuk hasil tes sangat dirahasiakan bagi orang lain. Lagipula petugas kesehatan sudah memberitahu tes ini gratis, hanya perlu kesadaran dan kemauan dari diri kita untuk melakukan tes. Tempatnya juga tidak jauh, tinggal pergi ke Puskesmas terdekat.” pesan Deputri kepada teman-teman yang ingin mengikuti tes, namun masih ragu untuk pergi ke Puskesmas. 
     Para remaja yang sudah mendapatkan pemaparan materi terkait HIV dan AIDS, dapat menjadi sumber informasi bagi keluarganya di rumah ataupun teman-teman di sekitarnya, karena mengetahui bahaya dari HIV ini merupakan salah satu hal penting yang seharusnya diketahui sejak usia dini. Alhamdulillah tim Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Majalengka melakukan sosialisasi di Mapima terkait HIV dan AIDS. Adapun dengan sosialisasi terkait materi kesehatan-kesehatan lainnya semoga dapat dilaksanakan kembali di Mapima. Dan harapannya screening HIV dapat dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh siswi di MA Putri PUI Majalengka. (shela)

HIJAR
Dewan Ambalan
PMR
PKS
Kopsis