Majalengka, 11 September 2026 — Suasana penuh khidmat dan nuansa kecintaan kepada Rasulullah SAW mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di MA Putri PUI Majalengka pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar madrasah untuk kembali mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menggali keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan shalawat oleh Tim Hadroh An Nisa. Lantunan shalawat yang menggema menghadirkan suasana religius dan mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama mengungkapkan rasa cinta dan penghormatan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Shalawat menjadi bagian penting dalam menghidupkan suasana Maulid, karena melalui shalawat umat Islam senantiasa mengingat dan menyebut nama Rasulullah SAW.
Setelah pembacaan shalawat, kegiatan dilanjutkan dengan mauizhah hasanah yang disampaikan oleh Dr. H. Ojun Rojun, M.Ag. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh peserta untuk tidak sekadar menjadikan peringatan Maulid sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memahami esensi dan pesan utama di balik peringatan kelahiran Rasulullah SAW.
Dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, beliau menyampaikan bahwa esensi dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dirangkum dalam dua kata, yaitu “micinta” dan “miconto” — mencintai dan mencontoh Nabi Muhammad SAW.
Micinta, atau mencintai Rasulullah SAW, dapat diwujudkan dengan senantiasa mengingat beliau dan memperbanyak menyebut namanya melalui shalawat. Kecintaan kepada Rasulullah bukan hanya sebatas ungkapan lisan, tetapi merupakan rasa cinta yang tumbuh dalam hati dan mendorong seorang Muslim untuk senantiasa dekat dengan ajaran serta perjuangan beliau.
Sementara itu, miconto, atau mencontoh Nabi Muhammad SAW, berarti berusaha menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam menjalani kehidupan. Rasulullah SAW merupakan uswatun hasanah, teladan terbaik bagi umat manusia. Akhlak beliau yang mulia, sikap kasih sayang, kejujuran, kesabaran, amanah, rendah hati, serta kepedulian kepada sesama menjadi nilai-nilai yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan generasi muda.
Pesan tersebut menjadi sangat relevan bagi para siswi MA Putri PUI Majalengka. Sebagai generasi muda Muslimah, para siswi diharapkan tidak hanya mengenal sejarah kehidupan Rasulullah SAW, tetapi juga mampu menjadikan akhlak beliau sebagai inspirasi dalam membangun karakter diri. Cinta kepada Rasulullah hendaknya tercermin dalam cara berbicara, bersikap kepada guru dan orang tua, menghormati sesama, menjaga pergaulan, serta menjalankan ajaran Islam dengan penuh kesadaran.