Menumbuhkan Kemandirian dengan Ujian Praktek Tata Boga
Ditulis tanggal 31 Mar 2021 | Dibaca 4526 kali
Pada hari selasa (30/3), MA Putri PUI Majalengka mengadakan ujian praktek tata boga. Praktek tata boga ini merupakan bagian dari rangkaian ujian praktek siswi kelas XII untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan.
Tata Boga merupakan salah satu program unggulan MA Putri PUI Majalengka, sehingga ujian praktek tata boga ini sangat penting untuk dilaksanakan supaya hasil pembelajaran tata boga selama di sekolah dapat teruji hasilnya. Hal ini sesuai dengan tujuan pelaksanaan ujian praktek tata boga yang dikemukakan oleh Kepala MA Putri PUI Majalengka, Dra. Hj. Herijeni. "Tujuan praktek tata boga ini untuk melatih siswi dalam bidang keterampilan masak-memasak, menciptakan siswi untuk mandiri, mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari supaya berinovasi dalam memasak, melatih vokasional siswi serta mempersiapkan masa depan sebagai wirausahawan yang berpotensi sekaligus sebagai ibu rumah tangga yang kreatif dan tidak diragukan lagi melayani keluarga".
MA Putri PUI Majalengka sebagai lembaga pendidikan terus berkontribusi bagi kemajuan sumber daya manusia di Indonesia, salah satunya dengan adanya keterampilan tata boga ini lulusan MA Putri PUI Majalengka diharapkan menjadi sumber daya yang unggul, memberikan dampak positif dalam menopang perekonomian serta dapat mengatasi pengangguran.
Kegiatan Praktek Tata Boga ini dimulai pukul 7 WIB diiringi gerimis di pagi hari. Meskipun hujan, kegiatan tetap berjalan lancar. Para siswi kelas XII dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5 orang perkelompoknya. Masing-masing kelompok membuat menu yang berbeda seperti risoles, kue sus, rujak, dan yang lainnya. Selain bermafaat dalam menambah inovasi dalam memasak, dengan bekerja berkelompok menjadi pengalaman yang menarik, seperti yang diutarakan oleh Rizki Agrestian, "Sangat menyenangkan dan sangat bermanfaat, kami belajar bagaimana cara mempertahankan kekompakan tim, saling menutupi kekurangan tiap anggota dan yang paling penting kami semakin tahu banyak hal yang belum diketahui dalam hal memasak". Ungkapnya. Hal senada dirasakan oleh Imas Siti Fuziah, "Menurut saya pribadi kegiatan praktek tata boga ini sangat berkesan dimana kita bekerja sama dengan tim memasak untuk membuat makanan yang enak tentunya selain itu kebersamaan dan kerja sama antara satu kelompok dan kelompok lain begitu terasa."
Praktek dengan kelompok kecil ini dirasa sangat efektif sehingga diharapkan dapat diaplikasikan juga dalam kegiatan belajar mengajar (kbm). Salah satu siswi Laela Nurul Fadilah mengungkapkan, "Jika pada saat kbm akan mempraktekan salah satu makanan, alangkah baiknya dibagi beberapa kelompok seperti ini sehingga pada saat kbm semua siswi melakukan praktek dan tidak ada siswi yang hanya menikmati hasilnya saja. Karena dengan praktek, resep membuat makanan lebih mudah dikuasai oleh siswi". Sarannya.
Pelaksanaan praktek tata boga ini dimeriahkan dengan penampilan dari para finalis lomba singing dari kelas X dan XI. Selain itu praktikan PPL dari Universitas Majalengka (UNMA) yang kebetulan hadir karena berbarengan dengan acara perpisahan mereka ikut menyumbangkan lagu untuk menghibur para siswi yang sedang memasak dan tamu undangan yang hadir.
Seperti biasa dalam kegiatan ujian praktek tata boga ini mengundang dari pihak Yayasan dan Kementrian Agama untuk mencicipi hasil karya siswi MA Putri PUI Majalengka, meskipun kali ini terbatas hanya beberapa orang saja. Imas berharap untuk tahun depan praktek tata boga ini kembali meriah seperti tahun-tahun sebelumnya, "Semoga untuk praktek tata boga kedepannya lebih rame lagi dan tidak terhalang pandemi, Aamiin". Harapnya.
Setelah selesai memasak, semua masakan dinilai oleh juri dan guru pengampu mata pelajaran tata boga kemudian dihidangkan dengan konsep parasmanan untuk dicicipi oleh dewan guru dan tamu undangan.
Kegiatan Praktek Tata Boga menutup rangkaian ujian dan pembelajaran siswi kelas XII di MA Putri PUI Majalengka dan menjadi momen yang sangat pas bagi mereka untuk membuktikan hasil yang telah mereka dapatkan di sekolah. Perasaan itu diungkapkan Laela, "Kegiatan ini pas sekali dilaksanakan di penghujung kegiatan kelas XII jadi serasa acara represing berupa makan besar setelah kami berjuang melaksanakan semua ujian-ujian sekolah dan juga kegiatan ini menjadikan kami semakin mempererat tali persaudaraan bersama teman-teman di masa-masa akhir sebelum kelulusan kami. Ilmu tata boga ini sangat bermanfaat, semoga semua ilmu resep makanan yang telah kami kuasai ini bisa kami praktekkan kembali di kehidupan sehari-hari kami". Tutupnya. (fei)