Pandemi covid-19 telah merubah keadaan dan situasi di setiap tempat. Sudah banyak yang terpapar dan ada juga yang meninggal namun tak sedikit pula yang sudah sembuh. Selain itu, imbas daripada pandemi berpengaruh besar terhadap perekonomian di masyarakat. Banyak pengusaha dan para pelaku ekonomi yang tumbang dan gulung tikar serta para buruh dan pekerja kasarpun kehilangan pekerjaan. Namun dari fenomena tersebut, tak sedikit yang mengambil hikmah dan peluang dengan melakukan perubahan dan muter otak untuk tetap bertahan dalam ekonomi dengan melakukan usaha lain. Salah satu dari hikmah pandemi covid-19 adalah berkembang dan bergeliatnya ekonomi dengan memanfaatkan anjuran pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19 dengan penggunaan masker. Bermunculanlah para penggiat ekonomi untuk membuat masker dengan berbagai bahan dan bentuk serta model. Dari mulai yang sederhana, murah dan sekali pakai hingga yang elegan, modern dan disesuaikan dengan fashion kekinian.
Dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19 madrasahpun tak ketinggalan untuk ikut bergerak dalam melakukan inovasi dan kreatifitas yang bisa bermanfaat untuk semuanya terutama pengadaan pelindung diri yang salah satunya adalah masker. Salah satu madrasah yang ikut serta mendukung pengadaan masker adalah Madrasah Aliyah Putri PUI Majalengka yang berada di jalan utama Jl. KH. Abdul Halim Majalengka.
MA Putri PUI Majalengka memiliki program unggulan yang terdiri dari Ilmu Guru, Tata Boga, Tata Busana, dan Tata Rias yang semakin berkembang. Hal tersebut merupakan estafet program dari Madrasah Mu'allimat sebagai amanah pendidikan KH. Abdul Halim, pendiri PUI, sekaligus Pahlawan Nasional.
Dalam menyikapi situasi pandemi Covid-19, salah satu program unggulan MA Putri PUI adalah Program Tata Busana yang melakukan karya nyata dengan memproduksi Masker Kain sebagai wujud kreatifitas dan inovasi siswi-siswi dan guru-guru.
Menurut Kepala MA Putri Majalengka Dra. Hj. Herijeni yang kami temui di sela-sela kesibukannya, Sabtu (10/10) menjelaskan bahwa Masker Kain MA Putri PUI Majalengka dengan Brand "Mapima" telah dapat diterima oleh masyarakat dengan baik. "Alhamdulillah masker buatan MA Putri telah dapat diterima dan direspon positif oleh masyarakat. Keunggulan yang kami dapatkan dari respon pengguna bahwa masker MA Putri PUI enak dipakai, nyaman, tidak pengap, dan terlihat cantik serta motifnya yang bervariasi. "Safety and stylish" begitulah istilahnya." Tutur Herijeni menjelaskan.
Selanjutnya Herijeni menuturkan bahwa Masker MAPIMA karya MA Putri PUI Majalengka telah menembus pangsa pasar, sekolah-sekolah
"Dalam memproduksi masker MAPIMA kami melibatkan siswi-siswi yang mengikuti program Tata Busana dan juga dibantu oleh guru-guru. Keterlibatan guru-guru tentunya tidak sampai mengganggu proses pembelajaran yang sudah ada. Biasanya pembuatan dilakukan oleh 3-4 orang dengan pelaksanaanya disaat mereka tidak memiliki jam ngajar. Dengan tenaga sejumlah tersebut kami dapat memproduksi masker sekitar 20-25 buah." Jelas Herijeni lebih lanjut menuturkan.
Sebuah kreatifitas dan inovasi yang tentunya patut untuk diacungi jempol dan menjadi tolok ukur bagi madrasah lainnya agar bisa memberikan kontribusi positif sebagai salah satu cara dalam membantu merealisasikan program pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran dan semakin meluasnya pandemi covid-19.
"Alhamdulillah MA Putri PUI Majalengka memiliki potensi untuk terus berkembang dan berinovasi serta mengembangkan kreatifitas bagi anak didik dan juga memberdayakan guru-gurunya untuk ikutserta mendukung program pemerintah di saat seperti ini. Oleh karena itu, kami mohon do'a dan dukungan semuanya, semoga MA Putri PUI Majalengka makin unggul dan berkah. Aamiin." Tutur Herijeni penuh harap. (Inmas)
Sumber :
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2798557757083626&id=100007882863487